Selasa, 25 Juli 2017

Desa Agrowisata Bumiaji

Desa Agrowisata Bumiaji


Desa Wisata Agrowisata, bisa menjadi pengalaman dengan berwisata bersama keluarga dan teman dekat anda dalamnuansa pedesaan dan berinteraksi langsung dengan petani dalam aktifitas kegiatan dan rutinitas kesehariannya. Juga terdapat beberapa tempat wisata menarik seperti Mbah Batu, Sumber Air Binangun, Savana Oro-Oro, Makadam Road, Watercress Farm,Etawa Ranch, Galeri OBS, Rumah Batik.(*)

Sumber : www.amazingmalang.com

Desa Oro - oro Ombo

Desa Oro-oro Ombo


Terletak pas di kaki Gunung Panderman  di ketinggian ±700 – 730 meter diatas permukaan laut (mdpl). Desa ini memiliki keindahan pemandangan gunung yang sangat cantik.Ada beberapa objek wisata yang menarik di desa ini.Objek wisata yang sudah menjadi andalan adalah air terjun Coban Rais.Coban Rais terletak di dusun Dresel. Tingginya mencapai 20 meter. Di area wisata Coban Rais juga terdapat camping area yang jaraknya sekitar 3,5 km dari air terjun. Juga ada objek wisata petik buah dan sayur. Wisata petik buah yang sudah dikembangkan adalah wisata petik buah jeruk.


Sumber : www.amazingmalang.com

Kampung Desaku Menanti

Kampung Desaku Menanti


Dulunya kampung ini tempat penampungan gelandangan dan pengemis (Gepeng),  kini disulap menjadi Kampung Wisata Topeng Malangan.Ada 100 topeng yang dipajang di sekitaran kampung tersebut. Dari banyaknya topeng itu, dua topeng dipajang dengan ukuran yang sangat besar. Ada galeri khusus yang menjual topeng dan hasil karya lainnya. Topeng yang terbuat dari bahan fiber itu dijual paling murah 15 ribu, dan paling mahal 35 ribu. Selain topeng, warga desaku menanti juga menjual makanan yang berbahan singkong, karena Dusun Barang, Tlogowaru, Kota Malang, sebagai lokasi wisata topeng, mempunyai banyak sumber daya alam pohon singkong. Ibu-ibu di lokasi ini mengolah bahan singkong menjadi getuk, lapis, kripik, cenil, bubur dan lainnya untuk di jual di kampung topeng.

Sumber : www.amazingmalang.com

Desa Gubuk Klakah

Desa Wisata Gubugklakah


Desa Wisata Gubugklakah atau yang biasa disingkat DWG berlokasi di bagian timur Kecamatan Poncokusumo, sekitar 23 km dari kota Malang. Terletak di kaki Gunung Bromo, Desa Wisata Gubugklakah menyajikan panorama alam indah dan kesejukan khas pegunungan. Begitu memasuki gapura Desa Wisata Gubugklakah, pengunjung bisa langsung merasakan nuansa khas desa wisata ini. Sebagai desa wisata, Desa Gubugklakah memiliki beberapa destinasi yang menarik seperti Wisata Agro Apel, Coban Pancut, dan Coban Gereja. Terdapat beberapa paket wisata yang ditawarkan Desa Gubugklakah. Di antaranya wisata petik apel dengan biaya sebesar Rp 15.000 per orang serta paket Bromo dua hari satu malam dengan biaya Rp 2.750.000 untuk 1-6 orang. Objek wisata yang akan dikunjungi dalam paket ini adalah Alun-Alun Balaikota Malang, Candi Jago, Coban Pelangi, Bromo Sunrise, Savana, dan Bukit Teletubies.


Sumber : www.amazingmalang.com

Desa Wisata Ngadas

Desa Wisata Ngadas

Terletak di wilayah Kecamatan Poncokusumo, ujung paling timur Kabupaten Malang, Uniknya, Desa Ngadas adalah satu-satunya desa yang didiami oleh suku Tengger di Malang. Tak heran, di desa ini tidak ada satupun warga yang berstatus sebagai pendatang. Di desa wisata ini, Anda dapat menyaksikan berbagai adat dan tradisi masyarakat suku Tengger yang masih terjaga yakni kuda lumping, bantengan, dan kuda kencak. Ada pula beragam upacara adat seperti Entas-Entas, Wolo Goro (upacara pernikahan), Tugel Kuncung, Tugel Gombag, upacara Pujan, Kasada, Karo, Unan-Unan, Barikan, Mayu Dusun, dan Galungan. Selain keunikan adat istiadatnya, Desa Ngadas memiliki ragam potensi wisata alam yang sangat menarik, di antaranya Coban Trisula, Ranu Pani serta masih banyak lainnya. Wisatawan juga dapat menikmati matahari terbit di Pananjakan atau Bromo dari Desa Ngadas. Bisa juga tracking dari Cemoro Lawang ke Bromo sejauh sekitar 3 km, atau berkeliling naik kuda dari Cemoro Lawang menuju lereng Bromo

Sumber : www.amazingmalang.com

Desa Wisata Poncokusumo

Desa Wisata Poncokusumo


Daerah penghasil apel yang terletak di lereng Gunung Semeru, tepatnya di sebelah selatan perbatasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Banyak wisata menarik seperti wisata petik apel, pengolahan sari apel, agro bunga krisan yang indah, outbond, dan aneka kesenian daerah. Puas berkeliling di Desa Poncokusumo, Anda bisa menyambangi wisata petik buah belimbing di Desa Argosuko yang tak jauh dari Poncokusumo. Tak jauh dari situ, terdapat wisata petik buah lainnya yang bisa dijadikan jujugan, yakni buah jeruk. Buah lain yang bisa dinikmati di kawasan Poncokusumo yakni wisata petik buah kelengkeng. Terdapat sekitar lima desa yang telah membudidayakan perkebunan buah kelengkeng di antaranya, Desa Poncokusumo, Desa Ngadireso, Desa Pandansari, Ringinanom, dan Desa Karangnongko

Desa Wisata Kampoeng Goenoeng

 Desa Wisata Kampoeng Goenoeng


Terletak di Jalan Melati No. 9 Dusun Kapru, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Wisata Batu, Malang. Di sini, pengunjung bisa merasakan berwisata dengan nuansa pedesaan dan dikelilingi oleh gunung-gunung berjajar bak pagar yang begitu alami. Tak hanya panorama alam yang asri, Desa Wisata Kampoeng Goenoeng juga menyuguhkan sajian kuliner khas desa serta area adventure dan edukasi. Ada beberapa paket wisata adventure yang ditawarkan Desa Wisata Kampoeng Goenoeng. Antara lain camping, rafting, tubing, outbound, petik apel, petik sayur, petik mawar, dan perah susu sapi yang bisa dirasakan bersama keluarga, teman dan rekan kerja. Lelah melakukan berbagai aktifitas, Anda bisa mencicipi menu masakan ala desa yang disuguhkan sebagai menu café dan resto Kampoeng Goenoeng.

Kampung Wisata kungkuk

Kampung Wisata Kampung Kungkuk


Kampung Wisata Kungkuk terletak di Dusun Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Wisata Batu, Malang. Letaknya di bagian barat Desa Punten dan diapit oleh Gunung Panderman di sebelah selatan serta Gunung Arjuno di sebelah utara, sekitar 6 km dari pusat kota Batu. Suasana alam di Kampung Wisata Kungkuk sangat alami dan eksotik. Wanawisata Kungkuk juga sangat cocok bagi penggemar outbond, camping, perkemahan, flying fox, olahraga gunung, sepeda gunung, mobil gunung, dan lain-lain. Bisa mencoba berkebun aau bercocok tanam karena ada wisata sekolah alam. Juga bisa menikmati segarnya buah jeruk, jambu, dan apel yang bisa dipetik langsung dari pohonnya. Menariknya, para pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan serta hasil pertanian saja. Beberapa adat budaya dan ciri khas Desa Punten seperti atraksi Tari Santar, kuda lumping, dan bantengan siap menghibur wisatawan yang datang. Untuk bisa menikmati berbagai keindahan alam di Kampung Wisata Kungkuk ini kita cukup membayar Rp 65.000. Sedangkan untuk menikmati kegiatan lainnya dikenakan biaya sebesar Rp 15.000 per pack.

Kampung warna Warni jodipan

Kampung Warna Warni Jodipan

Seluruh rumah warga dicat warna warni, kampung ini jug lgi booming sekarang, ratusan pengunjung datang untuk ber-Selfie dengan background  bangunan yang warna warni. Mahasiswi Nabila Virdausiyah dan 7 rekannya dari Program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Guys Pro-lah yang memiliki ide brilian untuk menyulap kawasan kumuh ini menjadi penuh warna. Kampung yang dulunya kumuh, disulap menjadi penuh warna “Meskipun kumuh, spotnya bagus untuk selfie karena tepat di samping jembatan jalur utama, dekat sungai Brantas. Jadi kami ingin ikut membranding Malang sebagai Kota kreatif. Ada 91 rumah warga yang dicat dengan 15 warna berbeda, mulai dari dinding rumah, atap rumah, tiang, hingga tangga di kampung. kampung ini terletak Di RW 2, tepatnya di yakni RT 06, 07 dan 08 Kampung Juanda Kelurahan Jodipan Kecamatan Blimbing. Kota Malang. Gratis. Pengunjung hanya perlu keluar uang untuk tarif parkir Rp 2.000

Desa Pujon Kidul

Desa Wisata Pujon Kidul Malang


Desa wisata di Malang ini lagi nge-hit banget, penuh warna warni. Nama Desa Wisata Pujon Kidul diambil karena tempat teresebut terletak di Desa Pujon Kidul. Hamparan persawahan yang begitu hijau, ditambah landscape pegunungan yang semakin menambah elok. Cocok banget buat selfie. Jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari pusat kota atau sekitar 29 km, bisa melewati Jalan Raya Ir Soekarno, Jalan Raya Lawang- Malang dan Jalan Trunojoyo